Minat Jadi Dosen Online? Yuk, Begini Caranya

Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dewasa ini, eranya disrupsi, tentunya sudah hampir dipastikan semua orang setuju bahwa banyak profesi baru bermunculan, di saat bersamaan beberapa pekerjaan bisa saja kelak sudah tidak ada lagi karena sudah diambil alih pengerjaannya oleh robot atau hilang berkat penggunaan teknologi informasi yang semakin luas.
Penulis (kedua dari kiri depan) bersama mahasiswa Universitas Terbuka (UT), selain perkuliahan full online, mahasiswa UT dapat memilih kuliah tatap muka untuk bebarapa mata kuliah pilihan
Begitu pula dengan dunia pendidikan, kini selain proses belajar dilakukan dengan tatap muka di kelas, kini dikenal kuliah via internet atau lebih populer dikenal e-learning. Kemudian karena ternyata sistem elearning masih punya keterbatasan dalam beberapa hal (akan diulas secara terpisah), maka timbul inovasi baru lagi yakni diadakannya perkuliahan sistem campuran sebagai media belajarnya yakni perpaduan perkuliahan tatap muka dengan e-learning (online) yang lebih populer disebut sebagai blended learning.

Belakangan sistem blended learning, sepertinya mulai dilirik secara luas oleh berbagai kampus sebut saja misalnya Universitas Mercu Buana, Universtas Dian Nusantara ataupun Universitas Bina Nusantara yang mempunyai beberapa program studi yang diselenggarakan secara full online, dengan izin khusus pemerintah.

Pertanyaannya bagaimana dengan sistem perkuliahan campuran atau blended learning ini, apakah perlu ada izin khusus dari pemerintah? Jawabannya ya, dengan catatan bila penyelenggaraan secara online lebih besar dari 50% maka perlu izin khusus kementrian terkait, bila di bawah 50% tidak perlu izin khusus, hanya pemberitahuan tertulis kepada pemerintah, kemudian izin resmi dari pimpinan institusi dan dengan persetujuan senat.

Hal ini, seperti yang pernah saya ulas dalam artikel terpisah, berikut sekilas Kebijakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di Indonesia (refensi klik disini, halaman 25):
  1. Prodi >=50% di-PJJ-kan, perlu izin Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, program studi tatap muka minimal akreditasi B
  2. Prodi <50% di-PJJ-kan, izin pimpinan PT dengan persetujuan senat
Kembali ke topik di atas sesuai judulnya, bagaimana donk cara menjadi dosen atau tutor tutorial online

Universitas Terbuka

Anda dapat melihat lowongan baru tutor (sebutan dosen elearning di UT) baru Universitas Terbuka yang beberapa tahun terakhir setiap semester selalu dibuka dua bulan sebelum perkuliahan baru dimulai di alamat https://www.ut.ac.id/pusatkarir/

Persyaratannya tidak terlalu banyak: minimal S2, dosen atau praktisi di bidangnya, melampirkan KTP, daftar riwayat hidup, KTP, dan scan ijazah serta transkrip pendidikan terakhir.

Setelah calon tutor dinyatakan lulus administrasi, selanjutnya calon tutor akan mengikuti pelatihan  online (etraining) yang diadakan kurang lebih 2 minggu. Setelah lolos pelatihan, maka akan mendapatkan kelas yang diampu 100% secara online.

Kampus Penyelanggara E-learning Lainnya

Calon dosen elearning bisa melamar langsung ke pihak kampus misalnya Universitas Mercu Buana, Universitas Binus, Universitas Dian Nusantara yang memang menyelanggarakan e-learning atau  memeriksa pengumuman di website masing-masing kampus. Tentunya dosen yang diterima diutamakan yang sudah sangat familiar dengan internet, bila sudah paham tentang konsep elearning akan jadi pertimbangan khusus.

HarukaEDU / Pintaria

HarukaEDU bisa jadi merupakan pioner di Indonesia dalam hal penyelenggaraan corporate online learning platform. HarukaEDU berhasil menggandeng puluhan Universitas di tanah air sebagai mitra mereka dalam menyediakan e-elarning ke mahasiswa masing-masing kampus. Mungkin Anda pernah melihat iklan HarukaEDU yang sering muncul ketika berselencar di dunia maya.

Untuk menjadi dosen di HarukaEDU, dapat melakukannya dengan mengunjungi alamat https://harukaedu.com/harukaedu-mengajar/

Siap mengajar dimana saja dan kapan saja? Silahkan mencoba jadi tenaga pengajar online....


Share on WhatsApp

0 comments:

Post a Comment